header image
 

Pangeran dalam Mimpi

Beberapa bulan lagi aku akan memasuki usia 17 tahun. Sebagaimana layaknya teman - teman sebayaku, mereka merayakannya. Rasanya pada saat itu bagi para gadis 17 tahun merupakan babak baru memasuki kehidupannya. Bahkan aku ingat seorang temanku menikah di usianya yang ketujuh belas , tepat sebulan setelah dia lulus SMA !! Sungguh usia yang sangat muda pada masa ini untuk menikah.

Namun aku tidak demikian, aku punya prinsip dan pandangan sendiri tentang pasangan hidupku, yang mungkin bagi setiap orang agak kolot dan konservatif. Ini kesaksianku…

Kalau kupikir apa yang kulalaui untuk menemukan Pangeran dalam mimpi sungguh aneh dan mustahil. Karena aku hampir berputus asa bahwa aku tidak akan mendapatkannya.

Masi ingat masa - masa mengenakan rok abu - abu dimana banyak pemuda - pemuda iseng mengirimi bungan dengan surat - surat yang berisi rayuan gombalnya…. namun mungkin aku sendiri pada saat itu dicap sombong dan sok alim. Dalam hatiku, agak iri juga melihat teman - teman lain yang sebaya sudah mulai punya gandengan dan setiap hari “sabtu” mulai “diapeli” pasangannya. Aku bertanya ya Tuhan siapakan pasangan hidupku? Seperti apakah dia? Gantengkah dia?

Ketika aku yang memang anak rumahan diundang oleh seorang temanku yang bernama Grace, merayakan ulang tahunnya yang ke-17, itulah saat untuk pertama kalinya aku menghadiri sebuah pesta perayaan sweet seventeen. Mungkin aku agak ” ndeso” juga, sebab baru pertama kalinya aku tahu yang namanya pesta sweet seventeen itu yang seperti ini. Beberapa teman mengajak para gandengangannya. Dan yang agak menyebalkan cowok favorit angkatan kami berdekatan dengan cewek kelas sebelah yang menurut kami tampangnya ” biasa - biasa” saja. Aku tidak bermimpi bisa merayakan pesta seperti Grace saat itu, karena kondisi ekonomiku memang jauh berbeda. Grace bisa merayakan pesta ulang tahunnya yang gemerlap di sebuah hotel berbintang lima dengan acara yang dipandu oleh seorang MC yang terkenal di kota kami.

Aku masih ingat saat itu yang kuuinginkan hanyalah sebuah ucap syukur yang sederhana, dan kalau bisa , aku ingin seorang “PANGERAN DALAM MIMPI” hadir tepat dalam ulang tahunnku.

Ulang tahunnku kulalui, dan aku agak kecewa pada Tuhan,sebab hari itu kado yang kuminta belum juga muncul akan tanda - tandanya. Bukannya tidak ada yang menaksir, namun belum ada yang menarik buat aku. Lilin 17 itu menyala, sembari berdoa ( make a wish ) kuucapkan doa ku saat itu…. wush… dan lilin itu kutiup padam.

Aku masih ingat Guru agamaku berdoa, dan memulai khotbahnya untukku di hari ulang tahunku, dan dia berdoa anehnya untuk JODOHKU. Semenjak saat itu hingga kurang lebih 5 tahun lamanya aku berdoa untuk menemukan Pangeran dalam mimpiku, dan tepat di hari ulang tahunku yang ke 24, Tuhan menggenapi janjinya dengan meneguhkan pernikahanku. Dia tidak pernah ingkar janji.

Sedikit kesaksianku tentang pangeran dalam mimpi. Tahukan teman - teman, apa sebenarnya yang kuucapkan selama 5 tahun pada Tuhan ?

Pada waktu aku berusia 14 tahun, aku pernah bertemu seseorang yang tidak aku kenal di sebuah kebaktian di rumah nenekku. Dia seorang calon dokter. Seorang aktivis gereja yang rupawan ,cinta Tuhan, dan berpenampilan sangat kalem. Entah kenapa walaupun saya tidak pernah kenal orang ini, figur seorang dokter melekat pada diriku sebagai prinsip yang kupegang untuk mencari teman hidup. Mungkin karena aku trauma dengan profesi ayahku, aku melirik dokter sebagai profesi teman hidup yang ideal. Namun bukannya aku mengatakan profesi lain jelek, aku percaya Tuhan dapat memakai profesi apapun menjadi berkat.

5 tahun aku mengucapkan doa yang sama tiap malam, sederhana : Tuhan pertemukan saya dengan seorang dokter, yang baik hati, mengasihi Engkau lebih dari segalanya, yang dpat mendukung pekerjaanku, dan tentu saja Tuhan… wajahnya tidak jelek! Sederhana dan polos. Kuulang setiap malam. Hingga suatu hari…

Aku masih ingta , karena hobbyku menyanyi, Tuhan membawaku ikut sebuah kelompok paduan suara, diajak oleh seorang teman yang anehnya lagi.. ternyata menaruh hati juga kepadaku. Di sanalah aku bertemu dengan ” si dokter ini”. Awalnya saya tidak sadar. Bahkan saya merasa dia bukan jodoh saya, saat pertama kali kenal, saya tidak ada perasaan apa - apa kepadanya.

Anehnya dia punya pergumulan yang sama juga tentang jodoh sebab dia baru saja putus dengan mantan pacarnya karena masalah keyakinan. Setelah 2 minggu berkenalan, dia memberanikan diri untuk berkenalan lebih jauh dan akhirnya berkencan. 2,5 tahun kemudian kami bertunangan dan akhirnya Tuhan sendirilah yang mempertemukan kami dan memepersatukannya dalam ikatan pernikahan kudus. Tuhan berikan persis seperti yang aku minta… sungguh aneh Pangeran dalm mimpiku kini NYATA!

Aku percaya saat kesaksianku ini dibaca, ada banyak mungkin ratusan bahkan ribuan gadis bergumul tentang pasangan hidup. Tapi percayalah bahwa Pangeran dalam Mimpimu sudah menanti di luar sana. Berdoalah! Aku percaya Tuhan mendengarkan doamu. Matius 7 : 7 berkata Mintalah maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannNya! Percayalah ini adalah akarnya. Aku percaya Kristus menambahkan segala sesuatu nya kepadaku, karena aku mengandalkan kekuatan kepada Allah dan hikmatNya.

Seperti Pdt. Ayub Yahya mengatakan, Hidup ini seperti air, biarkanlah mengalir…. maka ikutilah aliran sungai surgawi apabila engkau telah hidup dalam aliran kasih Allah, maka Engkau akan menemukan jawabannya.

Ingatlah para gadis, sudahkan Engkau mencari Kerajaan Allah? Karena disitulah terletak sumber jawabannya. Berdoalah Allah mendengarkanmu.

~ oleh Christine Wonoseputro di/pada Juni 3, 2007.

Tinggalkan Balasan