Pengalamanku Yang Pertama
Ini aku… aku bukan penulis, aku bukan pengkhotbah, aku tidak pernah secara formal sekolah teologia, … namun ini kesaksian hidupku dan ini nyata. Ini pengalaman pertamaku menulis sebuah buku pengalaman hidupku bersama Kristus.
Aku hanya berharap seseorang mau mebacanya, karena ini adalah salah satu cara bagaimana Tuhan bekerja secara ajaib melalui hidupku. Aku harap pengalamanku bisa menjadi berkat buat teman - temanku.
Dan cita - citaku adalah seseorang mau dengan niat yang tulus dan suci , mau menerbitkan kesaksianku ini, tidak perlu dalam bentuk sebuah buku. Aku tidak ingin mengambil sepeserpun keuntungan dari penjualan buku ini. Aku ingin hasil penjualan dan royalti buku dibagikan bagi anak - anak yang belum beruntung, seperti korban lumpur Lapindo, yang harus putus sekolah… Hai anak- anak Tuhan, bantulah mereka, jadilah saluran berkat bagi mereka. Aku ingin uang buku tersebut dapat dijual untuk membantu mereka mambuat sekolah baru atau membantu mereka di Aceh yang masih butuh pakaian dan tempat tinggal. Sungguh, aku tidak ingin mengambil keuntungan dari berkat Tuhan.
Aku hanya ingin berkat ini dibagikan. Aku sudah lama berpikir bagaiman menjangkau anak - anak muda secara gratis, dan aku tahu, Tuhan tunjukkan caranya.
Aku lahir di Surabaya, di bulan Nopember 1976 dari keluarga biasa - biasa saja. Ayahku seorang sarjana elektro jebolan Institut Teknologi Bnadung, dan Ibuku seorang Ibu rumah tangga yang sederhana. Keluargaku harmonis, hingga aku menanjak usia remaja dunia di depanku mulai abu - abu. Masa kecilku penuh kebahagiaan, aku seorang bintang kelas hingga tamat sekolah menenga pertama. Ekonomi terpenuhi walaupun kami tidak berkelimpahan selayaknya anak seorang kaya. Dengan prestasiku yang gemilang aku hanya punya cita - cita, yaitu sekolah ke Australia atau Amerika kelak ketika aku kuliah. Aku membawanya dalam doa setiap malam dalam masa kanak - kanakku.
Sejak kecil aku gemar bernyanyi. Dan entah mengapa… apabila aku ditanya aku selalu bilang aku ingin menjadi seorang guru. Dan Tuhan menunjukan jalan ke arah itu, hingga kinipun aku mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Aku percaya semenjak dalam kandungan Ibuku, Tuhan membentuk aku dengan tanganNya yang ajaib, hingga talenta demi talenta yang diberikannya kepadaku sungguh menjadi berkat yang tidak putus - putusnya untukku.
Himgga tamat SMP, aku tidak pernah mengalami masalah pelik yang berlarut - larut. Masalah ini muncul ketika aku duduk di bangku SMA, ketika ayahku harus kehilangan pekerjaannya, dan semenjak itu, dia tidak pernah lagi berpenghasilan secara tetap. Aku harus memupuskan harapanku untuk bisa sekolah tinggi, apalagi kuliah di luar negeri.
Masa - masa kesuraman ada di depanku, prestasiku yang gilang gemilang semasa SD dan SMP harus merosot drastis karena ketakutan dan trauma - traumaku. Aku menjadi minder karena terlanjur masuk di sekolah favorit di Surabaya, yaitu Petra 2, yang otomatis berisi anak - anak orang kaya dan berotak encer. Aku menjadi gadis remaja yang stress dan aku tidak menikmati bangku SMAku. Apabila aku ditanaya, aku tidak pernah bilang bahwa aku bisa menikmasti masa SMAku. Bahkan aku cenderung tertekan ketika SMA karena aku tidak dapat berada di puncak prestasi, bahkan aku tidak bis konsentrasi belajar walupun berpikir keras.
Tuhan adah peganganku. Tanpa dia , aku sungguh bagaikan berdiri tanpa berpijak pada landasan yang kuat. Setiap aku sedih, Mazmur 23 adalah penghiburan dan kekuatanku. Dalam kesedihanku, aku bersyukur karena aku selalu diberikan kesempatan untuk melayani sebagai aktivis di persekutuan doa SMAku. Di situ Tuhan berbicara dengan luar biasa .
Aku masih ingat hari itu, bulan Juni tahun 1993, dimana aku mengikuti sebuah retret dan Tuhan menantangku lewat sebuah altar call dan percakapan kecil dengan guru agamaku. Dan di sanalah aku sadar sekarang bahwa perjalanannku memulai menulis pengalaman ini dimulai.
Aku sadar aku ini hambaNya. Segala sesuatu milikNya, dan hidupku bukan kebetulan. Segala yang tidak mungkin dapt kulalui dengan gilang gemilang bersamanya .
Segala Kemuliaan Bagi Tuhan. Soli Deo Gloria!
( Baca : Kejatuhanku adalah Kemenanganku )

Tinggalkan Balasan