header image
 

Kumulai dengan huruf P

Karena aku bingung memulainya dari mana, namun kini kuputuskan dengan huruf P..

PUJI TUHAN! karena itu yang Injil ajarkan kepada ku mengucap syukurlah dalam segala hal, maka Puji Tuhan! Apapun yang terjadi dalam hidupmu pujilah Tuhan.

Puji Tuhan. Hari itu aku ingat merupakan hari Natalku dan liburan keluargaku yang kesekian kali. Seperti biasanya setiap hari kenaikan kelas atau libur ntalku merupakan hal yang terindah dalam hidupku.

Sepanjang 30 tahun hidupku, yang kupelajari adalah dalam keadaan apapun pujilah Tuhan, sebab dalam keadaan susah sekalipun, Allah ada, dia bekerja, dan saat itu sebenarnay di asedang menopang kamu. Kamu tidak pernah dibiarkannya berjalan sendiri. Sekalipun emgkau berjalan dalam lembah kekelaman, dia ada dan dia menggendong kamu. Sungguh gembala yang agung.

Semula aku tidak pernah memahaminya. Ketika ayahku kehilangan pekerjaannya, aku sangat terpukul namun tidak pernah mengatakannya kepada siapapun. Adikku bahkan lebih parah. Dia menyiksa dirinya sendiri dengan trauma yang amat dahsyat bagi masa remajanya. Namun Disitulah Tuhan bekerja.

Semula aku tidak habis pikir bagaimana kami dapat menyelesaikan kuliah tanpa ada uang sepeserpun, namun Tuhan tidak pernah meninggalkan anak - anaknya. Bahkan Dia memberi makan burung - burung pipit yang ada di udara. Terlebih diriku… Ia mengasihiku.

Selepas SMA, aku nekat hanya mendaftar satu universitas dengan jurusan yang kupilih yaitu Arsitektur. Puji Tuhan pula, aku lolos seleksi dan diterima tanpa kesulitan. Uang sekolah yang cukup mahal, membuat aku harus belajar sungguh - sungguh, hingga aku harus lulus tepat waktu!

( to be continued )

~ oleh Christine Wonoseputro di/pada Juni 4, 2007.

Tinggalkan Balasan